Sholat merupakan wahana pejalan
abadi orang mukmin untuk memenuhi panggilanNya
bahkan baginda rasul menyatakan
sholat adalah mi’rojnya seorang mu’min. Artinya memiliki nilai tinggi ma’na spiritualnya.
Disinilah seharusnya shalat merupakan puncaknya dzikir dan akan mewarnai
kehidupan di diluar shalat, sholat akan melindungi seoarng mu’min jatuh
terjerembab dalam kemungkaran dan kenistaan hidup mereka.Allah menuntun lafadz-lafadz
dzikir di dalam sholat dengan syareat yang sangat sempurna dimulai dengan
berwudhu terlebih dahulu dengan menyambungkan hatinya kepada Allah sehingga
dosa-dosa kecil diampuni oleh Allah. Dari proses ini hati menjadi lapang
disebabkan iman kepada Allah.
Ketika mulai takbir mereka akan merasakan
dilihat Allah bahkan melihat Allah,, sehingga hatinya menjadi tunduk dan takut karena dosa-dosa
semakin terlihat, ketika kita mengagungkan Tuhan dengan Allahu akbar, Jika
diungkapkan tumus dengan kesadaran iman maka bergetarlah sekujur jiwa raga .
Sehingga meluluh lantakkan kepongahan ego dan hati yang sombong . berganti
dengan kelunakan hati yang sangat halus, lembut dan keluhuran budi.
Ketika membaca surat Alfatehah luluhlantaklah ego mereka hati tergetar
seakan Allah berbisik. hamidani 'abdi
,majjadani 'abdi ...... hingga Allah menjawab adzkurkum……jawaban ini
menyebabkan hati makin lunglai dan melunak sehingga guyuran rahmat membuat air
mata mebasahi wajah wajah tulus …...tanda kesambungan …….fadzkuruni adzkurkum. Guyuran
rahmat…..Allah………memenuhi dan memuaskan dahaga jiwa orang yang mencariNya ……..ternyata
Ia tidak jauh Ia sangat dekat Ia bersama kita Ia Maha Meliputi dengan kasih
sayang memukau kesadaran kita sampai tak mampu keluar dari sholat. Sehingga pantaslah Rasulullah bersabda "ya bilaaal
arihna bissholati.." Tidak ada zikir yg paling sempurna kecuali sholat
,wala dzikrullahi Akbar. Wala dzikrullahi akbar .wala dzikrullahi akbar......................,
rukuk kita……..Allah mengajarkan tentang keikhsanan :“ Allahumma laka raka’tu,
wa bika aaman-tu, wa laka aslamtu, wa ‘alaika tawakkal-tu, anta rabbii,
khasya’a sam’ii wa basharii, wa damii wa lahmii, wa adzmii wa ‘ashabii,
lillaahi rabbil ‘aalamiin. Ya Allah hanya karenaMu aku ruku, hanya kepadaMu aku
beriman, tunduk (khusyu’), pendengaranku, pandanganku, pikiranku,
tulang-tulangku, dan syaraf-syarafku (HR. Nasai dan dishahihkan Al-Albani)
Ungkapan ini tidak ada batas karena diikrarakan
hanya dengan Allah semata……. Ketika menuju sujud semakin batas itu lenyap, pernyataan
nabi SAW :“ disaat inilah antara diriku dengan Allah tidak ada batas. Dan
perbanyaklah doa disaat kau bersujud tempat yang sangat dekat ini. Seorang ulama
berkata jangan kau angkat kepalamu disaat sujud sehingga engkau menemui
Tuhanmu.semoga\mbah yayin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar