Selasa, 15 November 2016

WaladzikrullahiAkbar……sebuah titian bagi salik.




Sholat merupakan wahana pejalan abadi orang mukmin untuk memenuhi panggilanNya
bahkan baginda rasul menyatakan sholat adalah mi’rojnya seorang mu’min. Artinya memiliki nilai tinggi ma’na spiritualnya. Disinilah seharusnya shalat merupakan puncaknya dzikir dan akan mewarnai kehidupan di  diluar shalat,  sholat akan melindungi seoarng mu’min jatuh terjerembab dalam kemungkaran dan kenistaan hidup mereka.Allah menuntun lafadz-lafadz dzikir di dalam sholat dengan syareat yang sangat sempurna dimulai dengan berwudhu terlebih dahulu dengan menyambungkan hatinya kepada Allah sehingga dosa-dosa kecil diampuni oleh Allah. Dari proses ini hati menjadi lapang disebabkan iman kepada Allah.

Ketika mulai takbir mereka akan merasakan dilihat Allah bahkan melihat Allah,, sehingga hatinya  menjadi tunduk dan takut karena dosa-dosa semakin terlihat, ketika kita mengagungkan Tuhan dengan Allahu akbar, Jika diungkapkan tumus dengan kesadaran iman maka bergetarlah sekujur jiwa raga . Sehingga meluluh lantakkan kepongahan ego dan hati yang sombong . berganti dengan kelunakan hati yang sangat halus, lembut dan keluhuran budi.

Ketika membaca surat  Alfatehah luluhlantaklah ego mereka hati tergetar  seakan Allah berbisik. hamidani 'abdi ,majjadani 'abdi ...... hingga Allah menjawab adzkurkum……jawaban ini menyebabkan hati makin lunglai dan melunak sehingga guyuran rahmat membuat air mata mebasahi wajah wajah tulus …...tanda kesambungan …….fadzkuruni adzkurkum. Guyuran rahmat…..Allah………memenuhi dan memuaskan dahaga jiwa orang yang mencariNya ……..ternyata Ia tidak jauh Ia sangat dekat Ia bersama kita Ia Maha Meliputi dengan kasih sayang memukau kesadaran kita sampai tak mampu  keluar dari sholat.  Sehingga pantaslah Rasulullah bersabda "ya bilaaal arihna bissholati.." Tidak ada zikir yg paling sempurna kecuali sholat ,wala dzikrullahi Akbar. Wala dzikrullahi akbar .wala dzikrullahi akbar......................, rukuk kita……..Allah mengajarkan tentang keikhsanan :“ Allahumma laka raka’tu, wa bika aaman-tu, wa laka aslamtu, wa ‘alaika tawakkal-tu, anta rabbii, khasya’a sam’ii wa basharii, wa damii wa lahmii, wa adzmii wa ‘ashabii, lillaahi rabbil ‘aalamiin. Ya Allah hanya karenaMu aku ruku, hanya kepadaMu aku beriman, tunduk (khusyu’), pendengaranku, pandanganku, pikiranku, tulang-tulangku, dan syaraf-syarafku (HR. Nasai dan dishahihkan Al-Albani)
Ungkapan ini tidak ada batas karena diikrarakan hanya dengan Allah semata……. Ketika menuju sujud semakin batas itu lenyap, pernyataan nabi SAW :“ disaat inilah antara diriku dengan Allah tidak ada batas. Dan perbanyaklah doa disaat kau bersujud tempat yang sangat dekat ini. Seorang ulama berkata jangan kau angkat kepalamu disaat sujud sehingga engkau menemui Tuhanmu.semoga\mbah yayin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar