Selasa, 08 November 2016

TEKNIK MENUJU RENDAH HATI YANG MEMULYAKAN


“ Orang yang baik adalah orang yang merasa dirinya belum baik “
Banyak orang menyangka rendah hati identik dengan menghinakan diri, padahal sehebat apapun manusia ia pasti pernah berbuat salah atau dosa. Mereka merasa amalannya banyak lantas memandang dirinya lebih baik daripada orang lain. Kebalikan rendah hati adalah sombong, yang sering menyeret manusia mengingkari kebesaran Allah, menolak kebenaran dan membanggakan diri kita kenal dengan ‘ujub. Itulah karakter buruk yang sering memperdaya seseorang baik di hadapan manusia lain apalagi Allah. Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S. Asy-Syu’ara`: 215,“ Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman “.
Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam adalah teladan utama dalam sikap rendah hati. Betapa ketawadlu’an beliau ketika bergaul, berinteraksi dengan sahabatnya, tanpa pernah menghinanya. Jaminan surga kepada beliau tak menghalanginya untuk selalu memperbanyak do’a, sholat, puasa dan amal shalih lainnya. Beliau senantiasa memotivasi umatnya untuk terus memperbaiki hatinya, memperbanyak ilmu, meningkatkan kualitas iman dan amal
Nasehat sederhana agar kita bisa biasa bertawadhu” cobalah bersikap seperti ini ketika berhadapan dengan orang lain, ketika melihat orang lain yang lebih tua darinya, maka bersikap tawadhu’ terhadapnya, sembari berkata: “Dia telah mendahului dalam Islam “. Bila menjumpai seorang yang lebih muda usia darinya, ia pun bersikap tawadhu’ kepadanya sembari berbisik: “Aku telah mendahuluinya dalam berbuat dosa”. Jika menyaksikan orang yang seusianya, ia menjadikannya sebagai saudara maka bagaimana mungkin ia sombong kepada saudaranya sendiri semoga\ mbah yayin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar