Taubat Maksiat
Begitu juga dengan dosa. Ada dosa yang terhapus oleh istighfar. Ada juga dosa yang terhapus dengan sholat dan amal kebaikan. Akan tetapi, ada juga dosa yang tidak mungkin hilang, kecuali dibakar dengan api penyesalan dan taubat.
Setiap kita pasti pernah berbuat salah. Dan kata maaf dan keikhlasan itu satu-satunya yang kita harapkan. Setiap kita pun pastilah pernah berbuat dosa. Dan ampunan dari Sang Pencipta menjadi satu-satunya yang kita damba. Ada salah, ada maaf. Ada dosa, ada ampunan. Sebaik-baik pribadi tentu bukan yang tak pernah berbuat salah dan dosa. Tapi pribadi terbaik itu yang ketika ia berbuat salah dan dosa, ia segera meminta maaf dan bertaubat agar mendapatkan ampunan.
Bila najis mengotori tempat dan anggota badan, maka dosa akibat kemaksiyatan mengotori jiwa dan hati kita. Bersegera bersuci dari najis, menjadikan tempat dan badan kita segera bersih. Bersegera bertaubat dan memohon ampunan, menjadikan hati dan kehidupan kita kian mempesona. Bersegera taubat maksiat berarti menyelamatkan kita dari azab dan menjadikan kita orang-orang yang beruntung.
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (TQS. An-Nur: 31)Apakah Allah kan ampuni bila salah kita berumpuk? Yakinlah, bahwa ketika iman masih di dada, lalu kita bertaubat kepadaNya, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat.
Allah Ta’ala juga berfirman, “dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar”. (Q.S. Thaha [20]: 82)Dalam sebuah hadits Qudsi Allah Ta’ala juga berfirman:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau memohon dan mengharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dosa-dosamu yang lalu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu sampai ke awan langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa-dosa sepenuh bumi dan kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, niscaya Aku datangkan utukmu ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. At-Tirmidzi)Bertaubat berarti menyesali kesalahan yang sudah lalu kemudian berjanji dalam diri untuk tidak mengulanginya kembali.
Semoga kita termasuk ahli taubat maksiat… [@AsepFakhri]