Rabu, 09 November 2016

SULUK ROKET MELESAT



“the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity”
Ketika kita lelah dan hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya perjuangan, jangan pernah terbersit pupus harap. Demikian halnya ketika kita sedang dalam berlatih mujahadah ber DN, jangan tergoda dengan penatnya kaki  ber timpuh, silih bergantnya lintasan lintasan sinyal ego yang nggak mau oncat dari kesadaran kita teruslah rasakan heningnya rasa, disini memang sedang terjadi perang tanding antara ego menuju super ego dan tiba gikirannya mampu menelurkan energy  suci yang akan mengkrestal melontarkan ego keluar dari  kesadaran dan yang tertinggal adalah asa Agung kita menyedot kita kedalam kesadaran malakut,  pada wilayah ini kita akan merasakan kelegaan yang dalam perjumpaan yang diidamkan bersemayamlah disini dengan diliputi suasana rasa keAgunganNya.
Ada pameo yang mengatakan “the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”). Kayaknya kita akan pahami benar, coba kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere dan gravitasi bumi. Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas dan roket akan terbang  leluasa tanpa bobot dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa, melayang ringan, disini juga tanpa usaha keras.
Demikian pula dengan mujahadah kita, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN  mencapai kesadaran spiritual kita adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT dan PENUH TEKANAN.
Namun bila kita dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan & kebebasan dari tekanandan  beban. Namun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan dan beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere.  Buya Hamka berkata “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup & kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”. Inilah kiranya beda  pejuang .semoga\mbah yayin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar