“the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity”
Ketika
kita lelah dan hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya perjuangan, jangan
pernah terbersit pupus harap. Demikian halnya ketika kita sedang dalam berlatih
mujahadah ber DN, jangan tergoda dengan penatnya kaki ber timpuh, silih bergantnya lintasan
lintasan sinyal ego yang nggak mau oncat dari kesadaran kita teruslah rasakan
heningnya rasa, disini memang sedang terjadi perang tanding antara ego menuju
super ego dan tiba gikirannya mampu menelurkan energy suci yang akan mengkrestal melontarkan ego
keluar dari kesadaran dan yang tertinggal
adalah asa Agung kita menyedot kita kedalam kesadaran malakut, pada wilayah ini kita akan merasakan kelegaan yang
dalam perjumpaan yang diidamkan bersemayamlah disini dengan diliputi suasana
rasa keAgunganNya.
Ada
pameo yang mengatakan “the hardest part
of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat
agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”). Kayaknya
kita akan pahami benar, coba kita perhatikan,
bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet
pendorong untuk melewati atmosphere dan gravitasi bumi. Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan
dilepas dan roket akan terbang leluasa
tanpa bobot dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa, melayang ringan, disini
juga tanpa usaha keras.
Demikian pula dengan mujahadah kita, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN mencapai kesadaran spiritual kita adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT dan PENUH TEKANAN.
Demikian pula dengan mujahadah kita, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN mencapai kesadaran spiritual kita adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT dan PENUH TEKANAN.
Namun
bila kita dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan
segala kemudahan & kebebasan dari tekanandan beban. Namun
sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan dan beban dirasakan
terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere. Buya Hamka berkata
“kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup & kalau kerja sekedar
kerja, kera juga bekerja”. Inilah kiranya beda pejuang .semoga\mbah yayin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar