Kadang sering kita dihadapkan pada
perlakuan yang tidak adil, baik itu oleh orang tua sendiri, oleh atasan atau
juga teman dalam sebuah komunitas. Bahkan ketidakadilan dari penguasa yang
berwenang akan lebih terasa. Tentunya disinilah dibutuhkan sikap dan kearifan
dalam menerimanya. Maka nya dibutuhkan berbagai pendekatan bagai mana kita bisa
berlaku sabar dan ikhlas. Memanaj perilaku kita untuk Sabar dan Ikhlas dalam hidup ini sangat
dibutuhkan kearifan dalam menerima semua keadaan, dan itu memang tidaklah
mudah, kearifan dalam berpikir dan bertindak datangnya dari kebersihan jiwa
yang bersumber dari hati. Untuk itu lakukannla4 poin dibawah ini :
1.
Berpikir positif adalah salah satu
cara untuk berlapang dada dalam menerima keadaan tersebut, sebaliknya keluh
kesah malah akan membuat kita semakin terpuruk dalam perasaan.
2.
Bersikap optimis agar keadaan
tersebut cepat terkendali, adalah juga merupakan cara untuk menjauhkan diri
dari keputus asaan dan rasa frustasi. Sebagai mahluk sosial yang berintegrasi
dan berinteraksi antar sesama dalam sebuah komunitas masyarakat yang majemuk,
sering kita terjebak pada ego pribadi, sehingga kita lebih ingin orang lain
memahami diri kita ketimbang kita memahami orang lain, kadang juga asyik dengan
diri sendiri sehingga tidak peduli dengan keadaan disekitar kita. Hal-hal
seperti inilah yang sering menyebabkan kita pada akhirnya bersinggungan antara
satu dengan yang lainnya.
3.
Bangun Kearifan diri, Membangun kearifan
adalah upaya untuk menumbuhkan sikap bijak dan berjiwa besar, melatih diri
dalam kesabaran, juga melatih diri untuk senantiasa bersifat ikhlas dalam
menerima keadaan. Tapi semua ini tentunya dibarengi dengan ketaatan dan
keyakinan pada Sang Maha Penguasa dan Maha berkehendak.
4.
Penyerahan diri dengan ketaqwaan.
Memang penyerahan diri dengan ketaqwaan bukanlah sekedar kepasrahan. Jiwa yang
senantiasa ikhlas adalah jiwa yang penuh kekuatan dan tidak mudah rapuh karena
keadaan, adalah jiwa yang penuh kearifan dan ketaqwaan. Sangat sadar akan
kelemahan dan kekuatannya, selalu melihat kedalam diri dan bercermin pada
kebenaran yang di digariskan-Nya.
Namun perlu diingat instrospeksi diri merupakan upaya,selalu
melihat terhadap segala kelemahan dan kekuarangan diri masalalu adalah langkah
awal agar kita lebih dapat berhasil untuk melakukan perobahan. Semoga\mbah yayin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar