Arti sebuah bekal
Sering kita dengar nasehat bijak, menggambarkan perjalanan hidup ini bagai menempuh perjalan musafir kelana.bahkan lebih sederhanan lagi ibarat sebuah perjalanan biasa, seperti kita pergi ke satu tujuan ,sesederhana apapun tentu itu adalah sebuah perjalanan yang dalam memulai sebuah perjalanan, biasanya kita harus sudah mempersiapkan bekal secukupnya. Kita selalu ingin memastikan bahwa bekal yang kita bawa cukup untuk memenuhi semua kebutuhan selama dalam perjalanan itu. Kita tidak ingin kehabisan bekal sebelum benar-benar menyelesaikan perjalanan itu, bukan? Ada banyak perjalanan yang pernah kita lakukan. Dan ada lebih banyak lagi perjalanan lain yang kita rencanakan. Namun, semua perjalanan itu terintegrasi dalam perjalanan utama yang paling hakiki. Dan kita menyebutnya perjalanan hidup. Untuk sebuah perjalanan yang sederhana saja, kita menyiapkan bekal yang sangat banyak. Maka seharusnya untuk pejalanan hidup; lebih banyak lagi bekal yang harus kita persiapkan. Tetapi, pertanyaannya apakah kita benar-benar telah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu? Padahal, jika kita gagal mempersiapkan bekal yang memadai; bisa jadi kita akan gagal menyelesaikan perjalanan ini. Sebab, bekal itu, tidak jarang bagaikan bensin bagi kendaraan yang kita gunakan untuk menempuhnya. Jika kita mempunyai bensin yang cukup, maka kita memiliki peluang untuk menyelesaikannya. Dan jika tidak, maka kita hanya akan teronggok disebuah tempat yang boleh jadi; kita tidak ingin berada disana. Disinilah bekal itu menjadi penting dan sudahkan itu pernah menjadi sebuah pemikiran kita?. Mbah yayin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar